Sabtu, 08 Juni 2013

Peta Objek Geografi (Peta, Atlas dan Globe)

PETA OBJEK GEOGRAFI
A. Informasi keruangan dari Peta, Atlas dan Globe
1. PETA
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah dipermukaan bumi. Ilmu yang
mempelajari tentang peta disebut “Kartografi”, sedangkan ahli pembuat peta disebut
“Kartografer”.
Syarat peta yang baik secara umum sebagai berikut :
a. Konfrom, yaitu bentuk peta yang digambar harus sebangun dengan keadaan yang
sebenarnya dilapangan.
b. Ekuidistand, yaitu jarak dipeta jika dikalikan dengan skalanya harus sama dengan
jarak sebenarnya dilapangan.
c. Ekuivalen, yaitu daerah / bidang yang digambar dipeta setelah diperhitungkan dengan
skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya dilapangan.
Peta dapat dibedakan berdasarkan isi, bentuk, dan skalanya
a. Peta berdasarkan isinya, dapat dibedakan sebagai berikut :
1. PetaUmum
Peta umum adalah peta yang menggambakan seluruh kenampakan dipermukaan
bumi.
Peta umum dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Peta Dunia, yaitu
Peta yang berfungsi memberikan informasi letak dan wilayah setiap Negara
didunia.
b. Peta Korografi, yaitu
Peta yang memberikan gambaran seluruh / sebagaian wilayah permukaan bumi.
c. Peta Topografi, yaitu
Peta yang memberikan gambaran tentang permukaan bumi dan reliefnya.
2. Peta Khusus
Peta khusus adalah peta yang didalamnya hanya menggambarkan satu aspek dari
gejala dipermukaan bumi.
b. Peta berdasarkan bentuknya, dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Peta datar (peta piaminetri)
Peta datar adalah peta yang dibuat dibidang datar, seperti kertas, kanvas,
maupun, triplek.
2. Peta timbul (peta relief)
Peta timbul atau relief adalah peta yang dibuat dengan sesuai bentuk sebenarnya
dipermukaan bumi.
3. Peta digital
Peta digital adalah peta yang dibuat dengan alat bantu komputer.
c. Peta Berdasarkan skalanya, dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Peta kadaster : Peta yang mempunyai skala 1:100 sampai 1:500.
2. Peta skala besar : Peta yang mempunyai skala 1:5.000 sampai 1:250.000
3. Peta skala menengah : Peta yang mempunyai skala 1:250.000 sampai 1:500.000
4. Peta skala kecil : Peta yang mempunyai skala 1:500.000 sampai
1:1.000.000.

a. Judul Peta
Saat kita pertama membaca sebuah peta.
b. Simbol peta
gambar-gambar berupa simbol.
1. Kenampakan Hipsografi
Kenampakan hipsografi / kenampakan relief ini berupa bentang alam daratan, seperti
pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah dan lain-lain.
2. Kenampakan Hidrografi
Hidrografi yaitu bentuk muka berupa perairan, seperti lautan, selat, sungai, danau
dan sebagainya.
3. Kenampakan Buatan Manusia
Pada peta kenampakan buatan manusia, seperti jalan, rel kereta api,kota, bangunana,
dan lain-lain.
4. Kenampakan Vegetasi
adalah ditunjukkan oleh simbol gambar vegetasi yang bersangkutan.
5. Kenampakan Khusus
Kenampakan khusus adalah kenampakan pada peta yang menggambarkan suatu tema
tertentu.
c. Garis Astronomi
Untuk membaca simbol dalam peta.
d. Legenda
Untuk menjelaskan suatu objek.
- Garis Lintang
adalah gars khayal yang menghubungkan dan melingkari belahan bumi.
- Garis Bujur
adalah garis khayal utara dan kutub selatan.
- Garis Bujur 0o
adalah garis yang membagi barat dan bujur timur.
e. Skala Peta
1. Skala Huruf
Skala ini ditunjukkan dengan menggunakan kata atau angka.
2. Skala garis
Skala garis ditunjukkan dengan garis yang tertera beberapa angka dalam ukuran
centimeter dan ukuran perbandingan .
3. Skala Pembanding
Skala pembanding biasanya ditunjukkan dengan pembanding angka.
f. Arah mata angin
untuk menunjukkan arah mata angin.
g. Nama tempat
Untuk memudahkan pembacaan peta.
h. Inset
peta yang berukuran kecil dari peta utama.

2. ATLAS
Atlas adalah kumpulan peta-peta yang dirancang untuk disimpan

C. Atlas Berdasarkan Isi
1. Atlas Umum
Atlas yang memberikan informasi geografi secara umum.
2. Atlas Tematik
Atlas yang memberikan informasi tentang setu fenomena tertentu.
a. Daftar Isi
Untuk memudahkan mencari letak atau isi yang akan dicari.
b. Keterangan
Isi dari kertas atau buku tersebut
c. Indeks
Memudahkan penggunaan dalm mencari letak suatu tempat atau objek.
3. GLOBE
Globe adalah model tiruan bola bumi yang memberikan gambaran bentuk bumi sehingga
mendekati bentuk yang sebenarnya.
Bumi mempunyai beberapa dimensi sebagai berikut :
a. Luas permukaan bumi : ± 510.066.000 km2
b. Luas daratan : 148.326.000 km2
c. Luas lautan : 361.740.000 km2
d. Keliling equator : 40.075 km2
e. Keliling meridian : 40.007 km2
f. Jari-jari kutub : 6.357 km2
g. Jari-jari equator : 6.378 km2
B. Membuat Sketsa dan Peta Objek Geografi
1. Sketsa (Peta mental / denah )
Penggambaran tanpa pengukuran langsung di lapangan dan hanya menggambarkan seperti
yang ada dalam pikiran kita.
Kelompok IV : - Dicky Setiaji
- Panji Prasetyo
2. Peta Datar
Peta yang dibuat pada bidang datar, seperti kertas, kain, kanvas, maupun triplek.
3. Peta Timbul
Peta yang dibuat sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.
4. Peta Tematik
Peta yang dibuat dengan alat bantu computer.

Pola kegiatan Ekonomi Penduduk

A. Pola kegiatan Ekonomi Penduduk

Kegiatan ekonomi penduduk umumnya mempunyai pola berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Pola kegiatan ekonomi pendudk banyak di tentukan oleh keberadaan penduduk tersebut bertempat tinggal di permukaan bumi ini
B. Penggunaan Lahan
Lahan yang tersedia di permukaan bumi selayaknya di gunakan dengan arif dan bijaksana agar dapat lestari mengeluarkan hasil untuk diolah sehingga menghasilkan dan akhirnya dapat di gunakan memenuhi kebutuhan

Penggunaan lahan dapat di kelompokkan menjadi 2 bagian


1) Penggunaan lahan untk pertanian

a. Pertanian sedrhana atau pertanian primitive adalah pertanian yg dilakukan dgn menggunakan peralatan sederhana seperti ,parang, sabit, cangkul, dan sejanisnya dilaksanakan berpindah-pindah ataupun menetap
b. Pertanian maju adalah pertanian yang di lakukan penduduk dengan cara menggunakan peralatan yang lebih baik. Pertanian maju dapat di lakukan pada tanah yang belum di aliri air atau tanah tadah hujan ,dan tanah yang sudah di aliri air dg teratur atu pertanian dengan irigasi .
2) Penggunaan lahan bukan untuk pertanian
Penggunaan laha bukan untuk pertanian di lakukan untuk mmenuhi kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal tempat melakukan produksi barang dan sebagainya

a. Penggunaan lahan untuk perumahan
b. Penggunaan laha untuk indrustri
c. Penggunaan lahan untuk jasa
C. Pola pemukiman penduduk
Pemukiman penduduk sering di samakan dg perumahan penduduk, namun sebenarnya kedunya berbeda. Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfunsi sbg tempat tinggal yang di lengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Sedangkan pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung baik dalam lingkup ruang pemukiman maupun perkantoran

1). Pola pemukiman yang memanjang
2) pola pemukiman terpusat
3) pola pemukiman linear
4) pola pemukiman mengelilingi fasilitas

Perusahaan dan Badan Usaha

PERUSAHAAN DAN BADAN USAHA

A . Pengertian perusahan
n Perusahan merupakan kesatuan teknis yg bertujuan menghasilkan barang / jasa

B . Jenis perusahan
Perusahan ekstraktif
Perusahan ini bergerak di bidang penggalian / pengambilan hasil alam
Contoh : PT INCO menggolah timah
2 Perusahaban agraris
Perusahan ini bergerak di bidang penggolahan tanah
Contoh : pertanian,perkebunan
3 perusahaan industri
Perusahan ini bergerak di bidang pengolahan bahan baku dari mentah menjadi siap pakai
Contoh: PT semen mengolah batugunung menjadi semen
4 perusahaan perdagangan
Perusahaan in brgergrerak di bidang usaha pembelian untuk dijual kembali
Contoh : pedagang sayur
5 perusahaan jasa
Perusahan ini bergerak di bidang jasa / pelayanan
Contoh : perhotelan,tukang cukur
6 perusahaan manufaktur
Perusahan yg menghasilkan jasa,pengabungan dari prusahaan agraris d.s.b

an
C . Macam macam badan usaha
………Badan usaha menurut pemilihan modal dibagi menjadi dua yaitu BUMN dan BUMS
1 . BUMN
BUMN adalah badan usaha yg moalya dimiliki oleh negara. Bentuk badan usaha di bedakan menjadi
A . Perusahaan jawatan
Perusahaan jawatan adalah bentuk badan usaha yg hamper seluruh modalya di miliki oleh Negara atau pemeritah
B . perusaan umum
Perusahaan umum adalah bentuk badan usaha yg milik Negara yg bertujuan melayani masyarakat dan mencari keuntunggan
C. PERSERO
PERSERO adalah perusahaan yg melakukan usaha denggan tujuan utama mencari laba dan juga melayai masyarakat

2 . BUMS
BUMS adalah badan usaha yg modalya dari swasta.
Contoh : PT bank central asia

D . BADAN USAHA MENURT BENTUK HUKUMNYA DAPAT DIGOLONGKAN MENJADI
A . Firma
Firma adalah perusahaan yg di dirikan 2 orang atau lebih dengan memakai satu nama
B . perusahan komeanditer
Perusahan komanditer adalah persekutuan dari beberapa orang yg menggumpulkan modal dan diantara mereka ada yg ada yg memasukan modal saja
C . PERSERO TERBATAS (PT)
PERBATAS adalah persero yg modalya berasal dari penjualan saham
D . Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yg didirikan oleh seseorang / badan hukum koperasi
E . YAYASAN
YAYASAN adalah badan usaha yg didirikan oleh seseorang / pemerintah dgn jalan misalnya kekayaan untuk bertujuan tertentu terutama tujuan sosial

Pengertian Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi

PENGERTIAN SOSIALISASI


Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.


Media Sosialisasi



Sosialisasi dapat terjadi melalui interaksi social secara langsung ataupun tidak langsung. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok social, seperti keluarga, teman sepermainan dan sekolah, lingkungan kerja, maupun media massa. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga, sekolah, teman bermain media massa dan lingkungan kerja.
a. Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain :
1.) berusaha dekat dengan anak-anaknya
2.) mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan
3.) mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk
4.) memberikan keteladanan yang baik
5.) menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran.
6.) menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga.
b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity).
c. Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya.
d. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh :
1.) Adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
2.) Penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton.
3.) Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
e. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
1.) Lingkungan kerja dalam panti asuhan
Orang yang bekerja di lingkungan panti asuhan lama kelamaan terbentuk kepribadian dengan tipe memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, sabar dan penuh rasa toleransi.
2.) Lingkungan kerja dalam perbankan
Lingkungan ini dapat membuat seseorang menjadi sangat penuh perhitungan terutama terhadap hal-hal yang bersifat material dan uang.


Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi



Kesiapan atau kematangan pribadi seseorang. Pendidikan yang diberikan pada anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan berbahasa.
Lingkungan/sarana sosialisasi : potensi manusia tidak dapat berkembang secara otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh : interaksi dengan sesama, bahasa, dan cinta/kasih sayang.


3 Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan :
1. Interaksi dengan sesama : dalam interaksi diperlukan pertumbuhan kecerdasan, pertumbuhan sosial dan emosional, mempelajari pola-pola kebudayaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. Melalui interaksi orang dapat belajar tentang pola perilaku yang tepat serta belajar hak, kewajiban dan tanggung jawab.
2. Bahasa : bahasa digunakan untuk mempelajari simbol - simbol kebudayaan, merumuskan dan memahami kebudayaan, memahami gagasan yang kompleks dan menyatakan pandangan maupun nilai seseorang.
3. Cinta / kasih sayang : cinta sangat diperlukan untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. Lingkungan dimana ia tinggal sangat berpengaruh pada sosialisasi. Lingkungan yang “buruk” akan mempengaruhi perkembangan pribadinya.
Contoh : Dari keluarga “Broken Home” akan berpengaruh negatif pada perkembangan pribadi anak seperti rendah diri, suka berontak, nakal dan sebagainya.

SISTEM EKONOMI INDONESIA

SISTEM EKONOMI INDONESIA

1.       Sistem

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

Subyek dan obyek:

·   Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
·   Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
·   Sistem peralatan: barang/alat
·   Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

2.       Sistem ekonomi dan politik
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi:

·   Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
·   Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
·   Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:

a)    Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b)    Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c)    Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d)    Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e)    Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f)      Pengaturan motivasi usaha
g)    Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h)    Penentuan pertumbuhan ekonomi
i)      Pengendalian stabilitas ekonomi
j)      Pengambilan keputusan
k)    Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan


Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A
KONTEKS
KUTUB Z
Liberalisme
Ideoligi politik
Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi
Rejim pemerintahan
Otokrasi  atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama)
Penyelenggaraan kenegaraan
Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme
Struktur birokrasi
Sentralisme
Kapitalisme
Ideologi ekonomi
Sosialisme
Mekanisme pasar
Pengelolaan ekonomi
Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:

·   Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
·   Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
·   Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya


3.       Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis

·         Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
·         Campur tangan pemerintah sangat minim
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
·         USA

 (b) Sistem ekonomi sosialis

·         Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
·         Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah sangat tinggi
·         Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
·         USSR

(c) Sistem ekonomi campuran

·         Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

4.       Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);

·         Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
·         Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
·         Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
·         Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.


5.       Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.

Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.

Manfaat Dan Nilai Suatu Barang

Manfaat Dan Nilai Suatu Barang

PENGERTIAN

Manfaat dari suatu barang adalah kemampuan dari barang itu untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Manfaat suatu barang dapat bersifat subjektif, artinya bergantung pada orang yang membutuhkannya dan hanya dapat diukur dengan menggunakan tingkat intensitas kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh barang itu.

Suatu Barang akan terasa manfaatnya apabila:

1. Sudah diubah bentuknya
misalnya: rotan di hutan akan lebih bermanfaat bila sudah dirubah bentuk menjadi kursi, meja,
lemari.
2. Sudah dipindahkan tempatnya
misalnya: pasir dipantai akan lebih bermanfaat bila sudah dipindahkan ketempat bangunan.
3. Sesuai waktu penggunaannya
misalnya: jas hujan dan payung akan lebih bermanfaat bila digunakan pada musim hujan.
4. Sudah berpindah kepemilikan
misalnya: rumah akan bertambah nilai kegunaannya bila sudah dibeli dan dimiliki.
Nilai Pakai adalah kemampuan suatu barang atau jasa yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan.Terdiri dari:
Nilai Pakai Objektif adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan manusia.
(misal: pakaian, perhiasan)
Nilai Pakai Subjektif adalah suatu arti yang diberikan oleh seseorang atas suatu barang / jasa tertentu sesuai kemampuan barang itu dalam memenuhi kebutuhannya.
(misal: buku pelajaran memiliki arti yang berguna bagi pelajar)
Nilai Tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat dipertukarkan dengan barang lain.Terdiri dari:
Nilai Tukar Objektif adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain, nilai tukar objektif ditentukan oleh adanya hubungan tukar-menukar.

Nilai Tukar Subjektif adalah arti yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang berdasarkan kesanggupan barang tersebut untuk dipertukarkan.

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

A.Konsumsi
1.Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan konsumen adalah orang yang mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhannya
B.Teori Perilaku Konsumen
Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan tak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility) maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang.
1. Nilai guna total (total utility) adalah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dan jasa tertentu secara keseluruhan
2. Nilai guna maksimal (marginal utility) adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya.

3. Nilai guna yang semakin menurun (diminishing return) atau pemenuhan secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk setiap tambah konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi sampai pada titik tertentu akan mengalami penurunan.

4. Nilai guna yang sama atau pemenuhan secara horizontal dikenal dengan Hukum Gossen II yang menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama, artinya unit terakhir dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai sama.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
1. Pendapatan
Semakin besar pendapatan maka jumlah konsumsi cenderung semakin besar.
Rumus antara pendapatan dan konsumsi.
Keterangan :
Y = pendapatan
C = konsumsi
S = tabungan
Sedangkan kecenderungan menambahkan konsumsi yang dikarenakan adanyan tambahan pendapatan (MPC = Marginal Propencity to Consume) dapat dirumuskan :
Keterangan :
∆ C = Perubahan jumlah konsumsi
∆ Y = Perubahan pendapatan
Dan kecenderungan menambah tabungan dikarenakan adanya tambahan pendapatan (Marginal Propencity to Save) dirumuskan :
Keterangan :
∆ S = Perubahan tabungan
∆ T = Perubahan pendapatan
Antara MPC dan MPS diperoleh hubungan berikut.
2. Selera Konsumen
Setiap konsumen mempunyai selera yang berbeda satu dengan yang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga selera akan mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang.
Perilaku konsumen ada yang bersifat rasional dan irasional.
a. Perilaku konsumen rasional adalah konsumen yang dalam melakukan tindakan atau mengonsumsi barang berdasarkan pada akal (nalar) serta prinsip ekonomi.
Dasar pertimbangannya sebagai berikut.
1) Produk barang dapat memberikan kegunaan maksimal.
2) Barang tersebut betul-betul dibutuhkan.
3) Kualitas barang terjamin.
4) Harga terjangkau atau sesuai kemampuan.

b. Perilaku konsumen yang irasional yaitu konsumen yang dalam bertindak tanpa pertimbangan, misalnya sebagai berikut.
1) Membeli barang karena merek terkenal.
2) Membeli barang karena ada bonusnya.

C.Produksi

1. Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
perbankan dan perdagangan.
2. Tujuan Produksi
Tujuan produksi antara lain sebagai berikut :
a. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
b. Berupaya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
c. Menghasilkan barang setengah jadi guna memenuhi kebutuhan produksi selanjutnya.
d. Meningkatkan produksi nasional dalam rangka meningkatkan kemakmuran rakyat.
e. Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran.
f. Meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan Negara.
g. Memproduksi barang-barang ekspor berarti meningkatkan sumber devisa Negara.
3. Faktor-Faktor Produksi
Faktor produksi adlaah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa jenis-jenis faktor produksi antara lain sebagia berikut :.
1. Faktor Produksi Alam
Faktor produksi alam adalah semua kekayaan yang tersedia di alam yang dapat digunakan dalam proses produksi.

2.Faktor produksi tenaga kerja adalah faktor produksi insani yang secara langsung atua tidak menjalankan kegiatan produksi.
Faktor produksi modal adalah benda-benda hasil produksi yang digunakan untuk proses barang dan jasa lain.
Fungsi faktor produksi modal adalah sebagai penunjang dalam mempercepat atau menambah kemampuan dalam memproduksi.
3. Faktor Produksi Keahlian (Skill) atau Kewirausahaan
Faktor produksi keahlian (skill) atau kewirausahaan adalah keahlian seorang pengusaha untuk mengelola faktor-faktor produksi secara efektif dan efisien dalam menghasilkan barang dan jasa.
Faktor produksi alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi asli, sedangkan modal dan keahlian disebut faktor produksi turunan
Perilaku Produsen
Teori perilaku produsen mempelajari bagaimana seorang produsen memilih kombinasi faktor-faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan sejumlah barang (produk) dan jasa dengan biaya serendah-rendahnya.

Prinsip Ekonomi, Politik Ekonomi dan Macam-macam Motif Ekonomi

A. PRINSIP EKONOMI
1. Pengertian Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah tindakan untuk mendapatkan hasil yang maksimum dengan pemanfaatan biaya tertentu. Atau dengan faktor produksi tertentu berusaha untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal.
Prinsip ekonomi harus diberlakukan sesuai dengan faktor kelangkaan. Maka faktor-faktor produksi yang ada harus digunakan semaksimal mungkin dalam rangka menghasilkan barang dan jasa.


2. Politik Ekonomi
Meskipun para pelaku ekonomi sudah menjalankan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi yang dilakukan secara hati-hati, bukan berarti akan berjalan tanpa kendala. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah perencanaan dan strategi yang disebut sebagai kebijakan ekonomi. Yang biasa dikenal dengan politik ekonomi.
Politik adalah upaya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat. Jadi, sebenarnya secara murni orang berpolitik tujuannya adalah untuk memperbaiki keadaan. Politik ekonomi adalah kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki keburukan ekonomi yang sedang berlangsung. Misalnya, untuk memperbaiki inflasi maka pemerintah atau pemengang otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia akan melaksanakan politik ekonomi yang disebut politik moneter. Politik meneter atau tindakan moneter yang dijalankan untuk menekan laju inflasi adalah menaikkan diskonto, melaksanakan operasi pasar terbuka, dan meningkatkan cadangan umum bank-bank komersial.


B. MOTIF EKONOMI
Pengertian motif dapat disamakan dengan dorongan atau alasan. Motif dalam banyak hal tergantung dari beberapa faktor, ada faktor dari dalam ada faktor dari luar. Faktor pendorong dari dalam bergantung dari kepribadiaan seseorang. Ada orang yang motivasinya tinggi untuk melakukan sesuatu, tidak cepat merasa puas, selalu ingin menemukan hal-hal baru, dan berani mengambil resiko. Tipe manusia seperti itu adalah tipe manusia wirausahawan. Ada juga orang yang motivasinya lemah untuk berbuat sesuatu, kurang mau bisnis, bersifat statis suka menerima penghasilan tetap, dan cepat puas menerima keadaan. Sementara itu faktor pendorong dari luar muncul dari lingkungan sekitar individu, seperti keluarga, teman, suami/istri, atau relasi.

1. Pengertian Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melakukan kegiatan ekonomi, seperti memproduksi suatu barang atau menjalankan sebuah perusahaan. Tapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah dorongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. Setelah hal itu terpenuhi akan timbul motivasi untuk menyejahterakan pihak lain.
a. Motif Ekonomi Individu
Motif ekonomi individu atau perorangan adalah keinginan meningkatkan taraf hidup. Jika selama ini sesorang makan dengan menu tahu dan tempe, sekarang setelah bekerja dia ingin makan dengan daging, buah segar, dan makanan lainnya.
Walau hidupnya sudah makmur, tetap saja dia ingin membuka usaha baru. Membuka usaha ini motifnya perluasan usaha. Setelah perusahaannya maju dan luas kegiatannya, tetapi ia tetap memperluas usahanya. Memperluas usaha ini motifnya adalah aktualisasi diri atau harga diri. Akan tetapi, jika orang membuka usaha untuk menolong orang lain, maka inilah motif yang paling tinggi atau mulia.

b. Motif Ekonomi Perusahaan
Perusahaan mempunyai tiga (3) motif ekonomi, yaitu:

1. Motif mencari keuntungan
Setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah dalam rangka untuk mencari keuntungan. Dengan kata lain, perusahaan selalu berorientasi pada keuntungan. Keuntungan ini menjadi motor penggerak dalam menjalankan usaha.

2. Motif memproduksi barang dengan harga murah
Dalam rangka menang dalam persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi tetap bermutu tinggi.

3. Motif menjaga kontinuitas peusahaan
Perusahaan didirikan dalam waktu yang tak terbatas, tapi perusahaan tetap ada jika kesinambungannya dijaga yaitu tetap memiliki laba. Dengan demikian, pihak-pihak yang ada di perusahaan tetap dapat melaksanakan aktivitasnya.